Kamis, 09 Desember 2010

ASUS Foundation Tambah Tujuh Digital Opportunity Center

Rabu, 1 Desember 2010 | 00:04 WIB
 Serah terima simbolis bantuan Asus Foundation untuk Digital Opportunity Center
JAKARTA, KOMPAS.com - Di penghujung tahun ini, ASUS Foundation bekerja sama dengan Institute for Information Industry (III) dari Taiwan mengumumkan dibukanya tambahan tujuh Digital Opportunity Center (DOC) yang tersebar di Thailand dan Indonesia. Sejak 2008, ASUS Foundation dan III telah ikut serta menjadi bagian dari proyek APEC Digital Opportunity Center (ADOC) 2.0, yang memberikan edukasi digital bagi wanita dan anak-anak kurang mampu di kawasan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation).

"Kami merasa terhormat bisa membantu lembaga non-profit dalam kegiatan yang mulia ini. Mereka adalah pahlawan yang sebenarnya, dengan mencoba meningkatkan kehidupan masyarakat, dan kami berharap dapat memberikan kesempatan lebih untuk belajar secara elektronik bagi semua orang di wilayah ini," kata Ivy Lee, Chief Operation Officer dari ASUS Foundation dalam siaran persnya, Selasa (30/11/2010).

Di Indonesia, ASUS Foundation dan III mempersiapkan pembukaan lima DOC, dua di antaranya difasilitasi oleh Yayasan Budha Tzu Chi Wiyata yang telah diresmikan pada  Selasa (30/11/2010). Dilanjutkan dengan peresmian dua DOC bertempat di Universitas Syiah Kuala yang diresmikan pada Kamis 2 Desember 2010 di Banda Aceh. Kemudian satu DOC bertempat di Orangutan Information Centre (OIC) yang diresmikan pada Jumat 3 Desember 2010. Sedangkan di Thailand, pada 1 Desember secara resmi telah dibuka dua DOC, bertempat di dalam Kamp Mae La dan Umpieum Mai. Digital Opportunity Center  (DOC)di kawasan APEC kini sudah tersebar lebih dari 60 lokasi.

Selama dua tahun terakhir, kolaborasi ini telah menjangkau lebih dari 15.000 orang, dan akan terus melanjutkan gerakan ini untuk membantu memberikan kesempatan pembelajaran elektronik (e-learning) bagi mereka yang tidak memiliki akses ke komputer. Di lokasi DOC tersebut akan dilengkapi dengan PC all-in-one dan notebook terbaru ASUS untuk mereka yang belum familiar dengan komputer.

sumber: http://tekno.kompas.com

Senin, 06 Desember 2010

Orangutan di Rumah Sekda Langkat Disita Petugas

Jumat, 03/12/2010 23:15 WIB
Khairul Ikhwan - detikNews


Medan - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara mengambil seekor orangutan sumatera (Pongo abelii) dari rumah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Langkat Surya Djahisa, Jumat (3/12/2010). Pengambilan itu dilakukan setelah orangutan sempat dipelihara beberapa lama di rumah tersebut.

Surya Djahisa langsung menyerahkan orangutan tersebut kepada tim BBKSDA yang datang ke kediamannya yang berada di Stabat, ibukota Langkat. Kepada wartawan dan petugas dari BBKSDA, Surya Djahisa menyebutkan, orangutan sumatera berjenis kelamin betina itu dia peroleh dari salah seorang pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Langkat. Pegawai yang ia lupa namanya itu, menurut Surya, sempat meminta uang sebesar Rp 5 juta.

Tetapi Surya Djahisa mengaku tidak memenuhi permintaan uang tersebut, dengan alasan orangutan itu bukan untuk diperjualbelikan. Surya menyebutkan sedari awal ia menerima orangutan tersebut, ia sudah memberitahukannya ke pihak Balai Besar Taman nasinal Gunung Leuser (BBTNGL). Tetapi ia meminta waktu untuk merawat karena orangutan tersebut kondisinya tidak sehat.

"Dari sejak awal saya sudah mau menyerahkannya ke pihak Balai TNGL, tetapi karena kondisinya sakit, saya minta diberi waktu untuk merawatnya," ujar Surya.

Lebih lanjut Surya menyebutkan, untuk menyembuhkan orangutan yang diperkirakan berumur dua tahun itu, ia memanggil dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya, bayi orangutan tersebut berangsur sehat, meski hanya mau makan nasi dan minum susu.

Surya menyatakan, ia bersedia merawat orangutan tersebut karena ia penyayang binatang. Karena itu, selama dirawat di areal perladangan miliknya yang dibentuk seperti kebun binatang mini di daerah Petumbukan, Langkat, ia berusaha menyediakan kandang yang sesuai dengan habitat orangutan.

Selain sempat memelihara orangutan, Surya Djahisa juga memelihara sejumlah satwa seperti kuda, rusa dan berbagai jenis burung di ladangnya. Sementara di rumah pribadinya, Surya juga memelihara berbagai jenis burung, salah satunya burung beo yang sudah pintar berbicara.

Orangutan sumatera itu kemudian dititipkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara ke Pusat Karantina Orangutan Sumatera yang dikelola Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) – Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) yang terletak di Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Bagi SOCP-YEL, orangutan ini merupakan orangutan sumatera ke 200 yang diterima SOCP-YEL sejak tahun 2000 lalu.

(rul/mad)

sumber berita: www.detiknews.com
sumber video: http://tv.liputan6.com