Kamis (3/3/11), seorang Guru Pembina Kelompok Sispala (Siswa pencinta Alam) SMA Negeri 1 Pancur Batu mengantarkan sepucuk surat yang menyampaikan keinginan mereka melibatkan YOSL-OIC untuk melakukan kegiatan penyuluhan lingkungan kepada siswa/i yang tergabung dalam Kelompok Sispala. Menindaklanjuti surat tersebut, maka tim penyadartahuan dari YOSL-OIC menanggapi positif kegiatan tersebut dengan menyetujui jadwal yang sudah mereka rencanakan untuk kegiatan school visit (kunjungan sekolah).
Tujuan dari kegiatan school visit yang dilakukan oleh tim penyadartahuan YOSL-OIC adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan penyadaran kepada siswa/i yang tergabung dalam Kelompok Sispala SMA Negeri 1 Pancur Batu tentang konservasi alam dan pelestarian lingkungan. Serta memberikan motivasi kepada siswa/i tersebut untuk dapat turut serta secara aktif dan berpikir kreatif dalam upaya-upaya konservasi alam dan pelestarian lingkungan tersebut.
Sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dengan kelompok sispala tersebut, maka tim penyadartahuan melaksanakan kegiatan school visit pada tanggal 5 Maret 2011 ke SMA Negeri 1 Pancur Batu. Kegiatan yang dilakukan dalam school visit tersebut yaitu berupa penyampaian materi tentang pengelolaan lingkungan sekolah dan kegiatan pelatihan pelatihan daur ulang dari sampah kertas yang terdapat di sekitar lingkungan sekolah. Penyampaian materi tersebut dibarengi dengan pemutaran film lingkungan, diskusi interaktif, dan games.
Siswa/i anggota sispala yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 45 orang (17 orang laki-laki dan 28 orang perempuan) dengan didampingi oleh dua orang guru pembina sispala. Dari kegiatan diskusi tim penyadartahuan YOSL-OIC mencoba untuk memandu siswa menemukan permasalahan lingkungan di sekolah mereka kemudian siswa diajak untuk melihat potensi/sumber daya apa saja yang mereka miliki dan mencari solusi bersama yang dapat mereka lakukan untuk mengatasi permasalah tersebut. Pada akhirnya mereka dapat menarik kesimpulan tentang hal-hal apa saja yang dapat mereka lakukan dari ide-ide yang mereka hasilkan dan dapat dipertanggungjawabkan bersama dalam mengatasi permasalahan lingkungan di sekolah mereka melalui kelompok sispala.
Siswa/i tersebut juga sudah dapat membuat kertas daur ulang mulai dari yang biasa, berwarna, hingga yang memiliki corak. Mereka berinisiatif akan mengembangkan kegiatan daur ulang kertas tidak hanya menjadi kertas kembali tetapi juga menjadi bentuk-bentuk lain yang dapat dimanfaatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar