Setelah melakukan kegiatan penyadartahuan di Kabupaten Aceh Selatan pada akhir tahun 2010 lalu, memasuki Januari 2011 ini Tim Awareness PNPM-LMP menuju Kabupaten Aceh Timur untuk melaksanakan kegiatan serupa. Sebelum berangkat, Tim Awareness telah melakukan beberapa evaluasi terhadap kegiatan penyadartahuan yang telah dilakukan sebelumnya. Evaluasi bertujuan agar Tim Awareness nantinya dapat memberikan gambaran kepada seluruh pihak yang terlibat tentang kegiatan yang telah dilaksanakan serta untuk mendapatkan informasi tentang kondisi-kondisi yang akan dihadapi di lapangan secara teknis. Dengan adanya kegiatan evaluasi maka Tim Awareness diharapkan dapat menyelesaikan kendala-kendala di lapangan serta meminimalisasi timbulnya permasalahan selama melaksanakan kegiatan.
Kegiatan penyadartahuan di Kabupaten Aceh Timur telah dilaksanakan pada tanggal 19 – 30 Januari 2011 mencakup tiga kecamatan yaitu Darul Aman, Serba Jadi, dan Simpang Jernih. Desa-desa yang telah dikunjungi oleh Tim Awareness PNPM-LMP yaitu Desa Keumuneng 2, Desa Alue Merbo, Desa Abgok Panah 2, Desa Tualang, Desa Lokop, Desa Rantau Panjang, dan Desa Simpang Jernih, serta satu sekolah yaitu SMA Negeri 1 Darul Aman.
Dari kegiatan penyadartahuan yang telah dilakukan, masyarakat di lokasi pilot project mulai memahami prinsip dan kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat dilakukan dan yang dilarang dalam PNPM-LMP. Terbangunnya komunikasi yang baik dengan masyarakat selama kegiatan penyadartahuan, hal tersebut terlihat dari respon masyarakat dalam menyampaikan pendapat maupun pertanyaan. Salah seorang masyarakat menyampaikan bahwa dahulu sumber daya alam tersedia melimpah dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat seberapapun dibutuhkan. Namun semakin berkembangnya zaman dan semakin banyaknya jumlah penduduk di muka bumi serta berubahnya perilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam tersebut malah membuat kehidupan manusia terancam karena manusia tidak memikirkan kelestarian alam dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Masyarakat juga mengharapkan informasi tentang PNPM-LMP dapat disampaikan lebih intensif lagi kepada masyarakat sehingga masyarakat benar-benar terlibat mulai dari perencanaan, perancangan, pelaksanaan, sampai pengevaluasian kegiatan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi daerah yang dikunjungi oleh Tim Awareness PNPM-LMP hampir sebagian besar adalah daerah yang tersebar jauh dan terkadang infrasturktur jalan sulit dilalui dengan kendaraan biasa. Komunikasi maupun penyebaran informasi harus rutin dan intensif dilakukan oleh Tim Awareness dengan pelaku-pelaku teknis PNPM-LMP di lapangan agar kegiatan penyadartahuan di desa-desa dapat terlaksana dengan tepat dan berjalan dengan lancar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar